Gangguan Kepribadian Narsistik, Ketahui Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Narcissistic personality disorder atau narsistik adalah suatu gangguan kepribadian yang tergolong langka. Gangguan kepribadian narsistik lebih sering ditemukan pada pria. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kemungkinan merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Narcissistic personality disorder sering kali muncul pada masa usia muda atau remaja.

gangguan narsistik
Narcissistic personality disorder

Secara umum kepribadian narsistik lebih mudah ditemukan pada masa awal usia dewasa. Ciri kepribadian narsistik lebih sering terlihat dan muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Namun demikian, bukan berarti anak yang memiliki ciri kepribadian ini mengalami gangguan kepribadian.

Ketahui Gejala Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik umumnya dimulai ketika seseorang menginjak usia dewasa, sekitar usia 17 tahun. Gejala utama yang ditunjukkan seseorang yang mengalami gangguan narsistik adalah merasa dirinya hebat dan tidak mempedulikan orang lain.

Hal ini terjadi secara terus menerus. Orang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik akan merasa dirinya paling penting di dunia, sehingga orang lain dianggap tidak penting.

Sehingga, seseorang yang mengalami gangguan kepribadian ini pada umumnya akan terlihat sombong, selalu merendahkan orang lain, dan senang menggurui orang lain. Ia kerap mengeluh terhadap pelayanan orang lain terhadap dirinya, misalnya pada saat antri atau pelayan rumah makan yang ditemui.

Baca juga:

Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik, ia memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji, dibanggakan, namun memiliki empati yang rendah terhadap orang lain dan tidak tahan kritikan.

Narsistik tidak suka jika diminta untuk mengubah sikap dan perilakunya, Meskipun ia menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah masalah untuk orang lain.

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Penyebab utama gangguan kepribadian narsistik belum diketahui. Seperti halnya gangguan mental lainnya, penyebab gangguan narsistik sangat kompleks.

Pengalaman masa kanak-kanak yang disfungsional dapat saja memiliki hubungan dengan gangguan kepribadian narsistik yang dialami. Faktor disfungsional dimaksud mungkin saja karena perilaku orangtua yang terlalu memanjakan anaknya, perlakuan kejam terhadap anak, ekspektasi yang tinggi terhadap anak, ataupun terlalu mengabaikan anak.

Selain itu tidak tertutup kemungkinan faktor genetik pun dapat membentuk perilaku nasrsistik. Hal tersebut dikarenakan adanya hubungan antara otak dengan perilaku serta kemampuan berpikir yang memainkan peran dalam perkembangan gangguan kepribadian narsistik.

Pencegahan Kepribadian Narsistik

Mengingat penyebab timbulnya gangguan narsistik sangat komplek, metode pencegahan gangguan kepribadian narsistik belum ada yang pasti. Dibutuhkan terapi yang dilakukan secara bersama diantara anggota keluarga.

Meski ciri kepribadian narsistik lebih sering terlihat dan muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Namun demikian, bukan berarti anak yang memiliki ciri kepribadian ini mengalami gangguan kepribadian. Oleh karena itu ada baiknya Kosultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!