Pemeriksaan Penunjang pada Demam

pemeriksaan demam pada balita

Kabar pilihanDemam merupakan kondisi dimana suhu tubuh tinggi yang abnormal dan biasanya diikuti dengan gejala sakit kepala, badan menggigil, sakit otot, badan lemah, bahkan membuat penderita mengigau dan kejang. Untuk mengukur suhu tubuh, biasanya digunakan thermometer, dengan cara meletakkan thermometer pada lipatan ketiak. Selain itu, pengukuran juga bisa dengan cara meletakkan di dalam mulut, anus, dan v4gina. Namun, pengukuran yang terbaik adalah di anus karena posisinya paling dekat dengan pusat tubuh dan tidak terlalu banyak faktor pengacau. Perlu diingat bahwa suhu normal pada tubuh kita yang bisa diukur melalui mulut pada pagi hari adalah 36,70 (360 – 37,40C).

Orang bisa dikatakan mengalami demam tinggi, apabila suhu tubuhnya mencapai 39-41,10C. Pada kondisi tertentu, biasanya Dokter menyarankan adanya pemeriksaan penujang pada demam, yakni berupa pemeriksaan laboratorium. Namun, tidak semua orang yang mengalami demam pada setiap waktu memerlukan pemeriksaan darah di laboratorium. Sebenarnya, demam bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan karena demam sendiri merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh. Namun, orang yang mengalami demam tinggi harus waspada dengan adanya penyakit yang menyerang tubuh. Oleh karena itu, dengan lebih cepat mengetahui penyebab demam, maka akan sangat membantu menentukan pengobatan bagi penderita.

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan demam adalah demam berdarah, tyfus, malaria, dan beberapa penyakit infeksi lain seperti hepatitis, infeksi pada ginjal/saluran urine. Semua penyakit tersebut biasanya yang merupakan penyakit yang memiliki gejala awal demam tinggi.

Apabila pemeriksaan pada penderita mengarah pada gejala penyakit tersebut, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang pada demam, sebagai berikut :

  • Pada penderita demam berdarah, biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium meliputi Hematologi Rutin, Anti Dengue IgG & IgM.
  • Pada peyakit Tyfus biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium meliputi Hematologi Rutin, Widal, Salmonella typhi IgM, Gall Kultur.
  • Pada penyakit Malaria, biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan malaria.
  • Penderita Hepatitis biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium meliputi GOT, GPT, penanda virus hepatitis, dan lain-lain.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!