Ketahui Penyebab Anak Balita Diare

diare pada anak

Kabarpilihan.com – Diare pada anak masih menjadi momok yang menakutkan bagi para orang tua karena penyebarannya yang sangat cepat. Bahkan di Indonesia sendiri, diare pada anak masih merupakan masalah serius karena merupakan penyebab kematian pada balita tertinggi. Hal ini terjadi karena anak-anak usia di bawah lima tahun memiliki kekebalan tubuh atau imunitas yang masih rendah sehingga sangat mudah terinfeksi virus ataupun bakteri yang menjadi penyebab diare.

Penyebab anak balita diare sangat beragam, namun penyebab utamanya adalah karena infeksi rotavirus (virus perut), sedangkan faktor penyebab lainnya adalah karena infeksi bakteri, virus, jamur dan karena alergi pada makanan tertentu atau bisa juga karena keracunan makanan.

Penularan diare sangat cepat, apalagi jika ditunjang dengan lingkungan yang kurang sehat. Penyebab anak balita diare biasanya disebabkan beberapa faktor, yang terkenal dengan sebutan 4F, yaitu :

1. Food (makanan)

Seperti yang kita ketahui, makanan yang kurang bersih dalam proses mencuci ataupun mengolah bisa menjadi penyebab utama diare pada anak.

2. Finger (tangan)

Kebiasaan anak-anak yang kurang baik seperti menghisap jari tangannya bisa menjadi penyebab masuknya virus, jamur, bakteri, dan parasit, serta microorganisme jahat yang menjadi penyebab diare.

3. Feces (tinja/kotoran)

Sarana air bersih dan pembuangan tinja yang kurang baik dapat menjadi penyebaran virus/kuman penyebab diare.

4. Fly (lalat)

Lalat yang hidup di lingkungan yang kotor, seringkali terbang dan hinggap pada makanan dan minuman. Pasukan lalat tersebut menyebarkan virus/kuman di makanan/minuman yang nantinya dikonsumsi oleh anak-anak, sehingga menyebabkan diare akut atau disentri.

Secara umum, diare memiliki gejala awal, diantaranya demam, sakit perut, tinja menjadi lembek bahkan encer, frekuensi BAB menjadi lebih sering dari biasanya, kadangkala disertai muntah. Pada tingkat diare yang parah, anak menjadi lemas karena dehidrasi. Cairan yang keluar lebih tinggi dibandingkan cairan yang masuk.

Orang tua harus selalu waspada ketika mendapati anak yang terserang diare, karena penanganan yang tidak tepat justru dapat memperburuk keadaan. Beberapa orang tua biasanya membantu mengatasi dehidrasi dengan memberikan minum yang banyak, namun tentu saja hal ini tidak bisa langsung mengobati jika kondisi anak sudah cukup parah. Oleh karena itu, kita harus mengetahui faktor penyebab anak balita diare dan juga cara yang tepat untuk menanganinya.

Menangani anak yang terserang diare dengan memberikan cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi dan memberikan obat sesuai resep dokter tidaklah cukup. Tugas Anda adalah mencegah supaya anak tidak terkena diare karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat, kita bisa mencegah penyakit diare pada anak.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!